Belajar Dari Kegagalan Masa Lalu

Ayat pembuka : Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik, akan roboh dalam bencana ( Amsal  24:10 )
 

Kegagalan merupakan sesuatu yang kerap kali menakutkan bagi kita yang memulai sesuatu, apalagi sesuatu yang sama sekali belum pernah kita kerjakan, pikiran sudah lari dan berkelana kepada hal - hal yang tidak baik, 
sesungguhnya tidak pernah ada kata gagal jika kita memulai sesuatu namun tidak berhasil alias gagal, bedanya antara kesuksesan dengan kegagalan sebetulnya hanya terletak kepada kemampuan diri kita sendiri untuk memilih bangkit kembali di saat kita melihat kenyataan tidak sebanding dengan harapan. Ada begitu banyak tokoh di dalam Alkitab yang sesungguhnya gagal berkali-kali dalam mengikuti perintah, ketentuan serta ketetapan Tuhan, tetapi Tuhan tetap memakai mereka. Salah satu tokoh yang bisa kita pelajari adalah salah seorang dari dua belas murid Tuhan Yesus yaitu Petrus. Kita tentu tahu bahwa bukan hal yang mudah bagi seorang Petrus yang pekerjaan sehari - harinya sebagai nelayan untuk bisa berubah dalam sekejap untuk menjadi orang yang pintar, taat dan akhirnya menjadi seorang rasul, tetapi ia berani mencoba untuk setia menjadi murid Tuhan Yesus. Dalam perjalanan hidup Petrus bersama Tuhan Yesus, bila kita baca kitab Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes kita temui ia kerap gagal memenuhi janjinya sendiri kepada  Tuhan Yesus. Petrus gagal menghampiri Tuhan Yesus saat berjalan di atas air. Petrus tidur saat Yesus sedang berdoa dalam Taman Getsemani. Petrus menyangkal Yesus tiga kali padahal sudah berjanji tetap setia walau harus mati bersama Tuhan Yesus. Namun, di antara sekian banyak kegagalan itu, kita tahu Petrus tidak menyerah kalah seperti Yudas yang berkhianat kepada Tuhan Yesus dan memilih mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Petrus selalu berusaha bangkit dan mengakui kesalahannya serta mencoba untuk hidup menurut firman Tuhan. Setelah melalui banyak kegagalan, Petrus menjadi salah satu rasul yang paling berani menyebarkan ajaran Kristus.
Masa lalu kita mungkin penuh kegagalan dan ada banyak janji yang belum berhasil kita wujudkan, resolusi kita tahun demi tahun belum tercapai, tetapi itu semua tidak menjadi masalah asal kita tidak menyerah, tidak merasa kalah dan terus mau mencoba. Ingatlah bahwa masih ada harapan bersama Tuhan Yesus, kegagalan adalah hal yang biasa, jadikan kegagalan kita pada masa lalu untuk melangkah lebih baik lagi pada hari ini. Ingatlah bahwa yang kita kerjakan hari ini menentukan bagaimana kondisi kehidupan kita di kemudian hari. Kita diciptakan Tuhan bukan untuk menjadi orang gagal, tetapi untuk menjadi berkat bagi semua orang. Selalu bangkit dan belajar dari kegagalan sampai impian kita tercapai. Allah Bapa di surga akan senantiasa memampukan kita untuk selalu bangkit asal kita tidak pernah menyerah dan selalu memohon petunjuk-Nya setiap kita melangkah menjalani segala sesuatu, selalu bangkit dan belajar dari kegagalan. 
Orang bijak berkata bahwa kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda, dan itu benar adanya.
Demikian juga tokoh - tokoh yang berhasil di dunia ini, bahkan mereka - mereka yang berhasil yang masih hidup sampai saat ini mungkin pada masa lalunya mereka bukan siapa - siapa, alias tidak dikenal orang, namun jika mereka saat ini terkenal, percayalah bahwa semuanya butuh proses, tidak bisa terjadi sekejap mata. Saya dan anda pasti yakin bahwa mereka punya jatah gagal dan jatuh bangun serta kuat mental di saat mendengar cibiran orang yang di sekitarnya. Di saat masa - masa sulit sekalipun mereka tetap maju terus dan pantang menyerah untuk mewujudkan impian mereka.


Luther Isaiah Hutabarat I am an religion expert who once worked at Kristen Punya

Belum ada Komentar untuk "Belajar Dari Kegagalan Masa Lalu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel